Poinpembahasan Inspirasi 31+ Pengertian Las Asetilin adalah : Keuntungan dan kerugian las karbit, Makalah las OAW, Peralatan las ASETILIN, Cara kerja las asetilin, Komponen las karbit, macam-macam nyala api las asetilin, Perbedaan las LPG dan karbit, Pengertian las listrik, Sifat dari gas karbit adalah, Perbedaan regulator oksigen dan Asetilin, Pada dasarnyaTeknik Penyambungan Logam Kelas XI Semester 3 17 C. Peralatan Las Oksi Asetilin 1. Gas Oksigen dan Asetilin Gas oksigen dan asetilin disimpan dalam silinder dalam berbagai ukuran dengan standar pengamanan tertentu. Ukuran- ukuran silinder oksigen dan asetilin bermacam-macam, tergantung kebutuhan pekerjaan, namun yang umum dipakai adalah mulai dari 3500 liter, 5000 liter, 6000 liter dan 7000 liter. Adapun standar warna silinder asetilin adalah merah, silinder oksigen biasanya adalah biru atau hitam, namun ada juga pabrik tertentu membuat standar warna tersendiri. Gambar Silinder Oksigen Katup ’ Dinding silinder Warna hitam Ulir kanan Teknik Penyambungan Logam Kelas XI Semester 3 18 Gambar Silinder Asetilin Keselamatan Kerja untuk Silinder Oksigen Oksigen itu sendiri tidak dapat menyala dan meledak. Walaupun demikian oksigen akan menyebabkan bahan terbakar dengan tidak terkendali. Silinder oksigen pada dasarnya adalah untuk menyimpan gas oksigen dengan tekanan maxsimum 150 kgcm² 2200 psi. Silinder ini dilengkapi dengan alat pengaman berupa “katup” pada silinder. Isi silinder oksigen dapat dihitung dengan mengalikan volume silinder dengan tekanan di dalamnya. Misalnya volume silinder 40 liter dan tekanan isi silinder 150 kgcm² , maka isi oksigen adalah 40 x 150 = 6000 liter. Secara umum hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani silinder oksigen adalah Jangan mengoperasikan alat pneumatik dengan oksigen; Jangan menggunakan oksigen untuk pengecatan dengan spray; Jangan menggunakan oksigen sebagai pengganti udara yang dimanfaatkan; Jangan menghembus pipa, bejana atau tangki dengan oksigen; Ulir kiri Katup pengaman, mencair pada 100 C Aseton dalam bahan berpori Warna merah Dinding silinder Teknik Penyambungan Logam Kelas XI Semester 3 19 Jangan menggunakan oksigen untuk penyegaran udara, membersihkan asap dalam ruang tertentu atau mendinginkan diri kalian pada cuaca yang panas. Oleh sebab itu, maka silinder oksigen harus ditangani secara baik, agar tidak menimbulkan bahaya-bahaya yang tidak diingini. Adapun teknik-teknik penanganan silinder oksigen adalah sebagai berikut Gambar Penjelasan Tangani silinder-silinder dengan hati-hati, tidak boleh terbentur, kena nyala api maupun benda panas. Silinder-silinder harus selalu dalam keadaan tegak dan terikat dengan baik agar tidak jatuh. Apabila silinder tidak memungkan berdiri tegak dapat juga direbahkan, tetapi manometer harus disebelah atas. Teknik Penyambungan Logam Kelas XI Semester 3 20 Panas matahari tidak boleh langsung memanasi silinder, maka silinder dapat dilindungi dengan papan. Silinder-silinder tidak boleh tergeletak tanpa ganjal yang baik. Keselamatan Kerja untuk Silinder Asetilin Secara umum hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani silinder asetilin adalah sebagai berikut. Jangan mencoba memindahkan gas asetilin dari satu silinder ke silinder yang lain; Asetilin dilarutkan dalam cairan aseton di dalam silinder, sehingga dalam penanganan harus selalu diupayakan dalam keadaan tegak; Selalu tinggalkan kunci silinder pada slinder apabila sedang digunakan; Sumbat pengaman silinder mencair pada 100° C, simpan silinder pada tempat dingin, ventilasi yang baik dan tempat yang terlindung. Pemotongan oksi asetilin adalah cukup aman bila kalian menggunakan peralatan yang wajar dan bekerja sesuai dengan prosedur. Ganjal dengan aman Teknik Penyambungan Logam Kelas XI Semester 3 21 Adapun teknik-teknik penanganan silinder asetilin adalah sebagai berikut Gambar Penjelasan Simpan silinder-silinder asetilin ditempat yang dingin, jauh dari panas maupun terik matahari; Jangan dicampurkan dengan silinder-silinder oksigen; Nyala lampu gudang penyimpanan harus redup; Dilarang merokok menyalakan api didekat silinder-silinder asetilin; Gambar Penjelasan Pisahkan silinder-silinder yang kosong dan yang penuh. Bersihkan tempat kerja dari segala kotoran, bebas dari bahan yang mudah terbakar, dan tidak licin. Pemindahan siilinder- silinder memerlukan penanganan yang teliti; Hindari silinder-silinder dari terjatuh maupun terbentur secara keras. Teknik Penyambungan Logam Kelas XI Semester 3 22 Jangan berdiri di depan manometer ketika membuka katup silinder; Hindarkan pemakaian regulator yang rusak. Tutup katup silinder bila tidak dipergunakan. Jika terjadi gas bocor ketika katup ditutup 1. Pindahkan silinder ketempat yang jauh dari motor listrik atau sumber panas terbuka; 2. Jangan merokok dan hindari dari percikan api; 3. Jika terjadi kebocoran disekeliling spindle, kencangkan baut mur hingga tidak terjadi kebocoran; 4. Laporkan kepada penjual jika silinder tetap bocor. 2. Regulator berapabesar pembukaan gas asetilyn dan gas oksigen pada regulator,.. . klo saya mau mengelas besi kotak berongga (hollow) dengan tebal 2 mm, tekanan keluar dari tabung itu lho-- oksigen sama asetilin, 10-12-2012 12:19 . Diubah oleh black1ce 10-12-2012 12:24 . 0. Kutip Balas. bluebrind . 13-12-2012 15:07 . Kaskus Addict Posts: 1,173 #298. Pendahuluan Tabung oksigen dan asetilin adalah dua jenis tabung gas yang sering digunakan dalam industri. Keduanya memiliki peran yang penting dalam proses pengelasan dan pemotongan logam. Namun, sebelum kita membahas lebih jauh tentang ukuran standar tabung oksigen dan asetilin, mari kita bahas terlebih dahulu tentang apa itu oksigen dan asetilin. Apa itu Oksigen? Oksigen adalah gas yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa oksigen, manusia dan hewan tidak akan bisa hidup. Oksigen juga digunakan dalam proses industri, seperti pengelasan dan pemotongan logam. Apa itu Asetilin? Asetilin adalah gas yang digunakan dalam proses pengelasan. Gas ini sangat mudah terbakar dan dapat menghasilkan api yang sangat panas. Karena sifatnya yang mudah terbakar, asetilin harus disimpan dalam tabung khusus yang dirancang untuk menahan tekanan tinggi. Tabung oksigen dan asetilin tersedia dalam berbagai ukuran. Namun, ada ukuran standar yang biasanya digunakan dalam industri. Berikut adalah beberapa ukuran standar tabung oksigen dan asetilin Ukuran Standar Tabung Oksigen Tabung oksigen tersedia dalam beberapa ukuran, mulai dari ukuran kecil hingga besar. Berikut adalah beberapa ukuran standar tabung oksigen – Ukuran B kapasitas sekitar 40 kaki kubik – Ukuran C kapasitas sekitar 80 kaki kubik – Ukuran D kapasitas sekitar 130 kaki kubik – Ukuran E kapasitas sekitar 200 kaki kubik – Ukuran G kapasitas sekitar 300 kaki kubik Ukuran Standar Tabung Asetilin Tabung asetilin juga tersedia dalam beberapa ukuran. Berikut adalah beberapa ukuran standar tabung asetilin – Ukuran MC kapasitas sekitar 10 kaki kubik – Ukuran B kapasitas sekitar 40 kaki kubik – Ukuran 3 kapasitas sekitar 75 kaki kubik – Ukuran 4 kapasitas sekitar 145 kaki kubik – Ukuran 5 kapasitas sekitar 250 kaki kubik Penutup Demikianlah informasi tentang ukuran standar tabung oksigen dan asetilin. Penting untuk diingat bahwa ukuran tabung yang tepat harus dipilih sesuai dengan kebutuhan Anda. Selain itu, pastikan untuk memperhatikan faktor keamanan saat menggunakan tabung gas ini.
Untuk melakukan penyambungan logam dengan proses las oksi-asetilin yang menggunakan pencampuran gas oksigen sebagai gas pembakar dan gas asetilin sebagai bahan bakar digunakan alat-alat khusus yang perlu dipahami jenis, fungsi dan kegunaannya serta cara penanganan dari alat-alat tersebut. Sehingga pada penggunaannya tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang pada akhirnya akan menimbulkan kecelakaan. Untuk itu, ada beberapa alat utama las oksigen asetilin yang akan dijelaskan jenis, fungsi serta kegunaan dari alat tersebut seperti di bawah ini Tabung gas oksigen Gas oksigen untuk proses pengelasan las gas disimpan dalam botol silinder gas yang berbentuk tinggi langsing dan berwarna biru, terbuat dari baja, dengan volume gas oksigen pada tekanan 150 kg/cm² adalah 6000 liter. Pada bagian atas botol gas terdapat katup pengeluaran gas yang terbuat dari bahan tembaga dengan roda tangan dan socket yang terdapat pada katup pengeluaran gas yang menggunakan ulir kanan. Pada bagian bawah botol gas terdapat keping pengaman limer dengan maksud apabila ada kelebihan tekanan akibat panas yang ditimbulkan oleh nyala balik yang terjadi pada proses pengelasan atau akibat dari tabung gas terjatuh maka keping pengaman akan terbuka secara otomatis. Kerusakan pada katup tabung gas akibat dari kesalahan penggunaan tabung gas akan mengakibatkan mudah terjadinya kebakaran di sekeliling tempat kerja. Untuk itu perlu kiranya memperhatikan prosedur yang benar tentang pemakaian tabung gas Tabung gas asetilin Gas asetilin untuk proses pengelasan las gas disimpan dalam botol silinder gas yang pendek gemuk dan berwarna merah, terbuat dari baja dengan volume gas oksigen pada tekanan 15 kg/cm² adalah 6000 liter. Bagian dalam botol gas asetilin dilapisi dengan bahan berpori yang terbuat dari asbes atau sutera tiruan yang berfungsi untuk menyimpan cairan aseton, yaitu cairan kimia di mana gas asetilin dapat larut dengan baik dan aman di bawah pengaruh tekanan di dalamnya. Pada bagian atas botol gas terdapat katup pengeluaran gas yang terbuat dari bahan tembaga dengan pembuka gas menggunakan kunci gas khusus, serta socket yang terdapat pada katup pengeluaran gas menggunakan ulir kiri. Pada bagian bawah botol gas terdapat keping pengaman lumer dengan maksud apabila ada kelebihan tekanan akibat panas yang ditimbulkan oleh nyala balik yang terjadi pada proses pengelasan, maka keping pengaman akan terbuka secara otomatis. Cara penggunaan tabung gas asetilin secara aman adalah sebagai berikut 1. Letakkan tabung dengan posisi berdiri tegak. 2. Setiap pemakaian gas harus melalui regulator. 3. Tidak boleh diletakkan pada tempat panas. 4. Jauhkan dari sumber api, bahan mudah terbakar dan benturan. 5. Tidak diperkenankan untuk menggoreskan elektroda. 6. Jangan mencabut tanda-tanda khusus yang terdapat pada tabung gas. Sampai sini silahkan dilanjut bacanya, jangan lupa like nya ya Perbedaan antara tabung gas oksigen dan tabung gas asetilin Perbedaan Tabung gas oksigen Tabung gas asetilin Bentuk Tinggi lansing Pendek gemuk Tekanan isi maksimum 150 kg/cm² 15 kg/cm² Katup/pembuka katup Roda tangan Kunci shock Baut dan mur pengikat Ulir kanan Ulir kiri Regulator las Regulator pada pengelasan berfungsi sebagai alat penurun dan pengatur tekanan isi menjadi tekanan kerja yang tetap besarnya sesuai dengan yang dikehendaki. Pada regulator las terdapat dua alat pengukur tekanan atau manometer, yaitu 1. Manometer tekanan isi yang berfungsi untuk mengetahui jumlah tekanan isi yang terdapat dalam silinder. 2. Manometer tekanan kerja yang berfungsi untuk mengetahui besarnya tekanan kerja yang kita keluarkan untuk pengelasan. Menurut jenisnya, regulator las dibedakan atas dua jenis, yaitu 1. Regulator satu tingkat, dimana tekanan isi dalam tabung gas dturunkan sekaligus menjadi tekanan kerja pengelasan. 2. Regulator dua tingkat, dimana untuk mendapatkan tekanan kerja yang dikehendaki, tekanan isi gas di dalam tabung diturunkan secara bertingkat. Selang las Selang las berfungsi sebagai saluran gas dari silinder atau generator ke pembakar las. Selang las harus memiliki kekuatan terhadap tekanan gas ±10 kg/cm² tetapi tidak kaku. Selang las umumnya memiliki ukuran standar garis tengah 5 mm, 6 mm atau 7,5 mm. Selang las pada pengelasan las oksi-asetilin berwarna hijau, biru atau merah. Selang berwarna biru atau hijau digunakan untuk selang gas oksigen, sedangkan selang yang berwarna merah digunakan untuk gas asetilin dengan pemasangan selang pada tabung gas diikat menggunakan klem dan pada kedua ujung selang las baik yang akan disambungkan dengan pembakar maupun yang disambungkan dengan tabung gas melalui naple atau alat penyambung selang Untuk menghindarkan selang las dari kerusakan pada saat digunakan, maka selang las harus dipelihara dan diamankan dari penggunaan yang tidak sesuai dengan prosedur. Ada hal-hal penting yang harus diperhatikan pada saat menggunakan selang las di antaranya adalah 1. Penggunaan selang las hendaknya tidak mengganggu lalu lintas dan tidak terlipat pada saat digunakan. 2. Tidak diperkenankan menggunakan kawat atau isolasi untuk mengikat dan menutup kebocoran pada sambungan dan selang las. 3. Gunakan alat penyambung dan pengikat selang las khusus. 4. Hindarkan selang dari kontak dengan sumber panas, percikan bunga api, kejatuhan benda panas, benda tajam serta dari minyak. 5. Tidak diperkenankan menekuk selang las untuk menghentikan aliran gas pada selang. 6. Tiup terlebih dahulu selang untuk menghilangkan debu dengan tekanan udara sebelum selang dipasangkan. 7. Periksa secara berkala kondisi selang yang digunakan dari kebocoran, hangus atau dari sambungan yang longgar. 8. Periksalah kebocoran selang las dengan mencelupkan selang ke dalam air pada tekanan kerja biasa. 9. Potong bagian selang yang bocor dan gunakanlah alat penyambung selang untuk menyambungkan kembali selang yang telah dipotong. 10. Apabila terjadi nyala balik pada saat melakukan pengelasan, periksalah bagian dalam selang. Apabila terjadi kerusakan, gantilah selang dengan yang baru. 11. Gulung selang dengan baik dan gantungkan pada gantungan selang apabila selang telah selesai digunakan. Perbedaan regulator Perbedaan Regulator gas oksigen Regulator gas asetilin Warna dasar Biru, hitam dan atau abu-abu Merah Skala ukuran tekanan isi maksimum 250 kg/cm² 30 kg/cm² Skala ukuran tekanan kerja maksimum 12 kg/cm² 3 kg/cm² Baut dan mur pengikat Ulir kanan Ulir kiri dengan tanda keratan pada bagian tengah mur pengikat Jangan lupa like nya. Terima kasih reff Modul melaksanakan prosedur pengelasan, pematrian, pemotongan dengan panas dan pemanasan. Gambar .
. 414 55 456 193 12 372 298 316